Tsunami di palu 45 Orang Tersangka Penjarahan di Amankan

Memprihatinkan Setelah Tsunami, Penjarahan Terjadi di Palu

Penjarahan di Palu – Setelah terjadinya Tsunami di palu sulawesi tengah, Tersebar berita Penjarahan yang di lakukan warga palu pada warung kecil hingga minimarket. Tidak tanggung dalam aksi tersebut warga juga menghancurkan kaca serta pagar dari toko yang hendak di Jarah. Pada hari jum’at lalu polisi sudah menetap kan 45 Tersangka Penjarahan di Palu.

Bukan hanya warung kecil dan Minimarket, Mal Tatura, ATM Center di Peubungo, gudang PT Adira Finance, Grand Mall, dan butik Anjungan Nusantara juga menjadi korbannya. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan aksi penjarahan tersebar terjadi di lima lokasi berbeda.

Dedi Prasetyo menuturkan Jumlah Pelaku sekitar 45 orang dari 5 tempat kejadian

Dia menyebutkan, sekitar 28 dari 45 terduga disangka pelaku penjarahan di Mal Tatura. Lalu tujuh tersangka yang lain melakukan penjarahan di ATM Center di Peubungo. Lalu satu tersangka penjarahan di gudang PT Adira Finance, dan tujuh terduga pencurian di butik Anjungan Nusantara.

Dedi menjelaskan, dari tangan terduga polisi mengambil alih beberapa tanda bukti diantaranya. Sound sistem, monitor LCD, mesin pencetak atau printer, amplifier, mesin ATM Bank BNI, linggis, betel, obeng, sepeda motor, pendingin ruang atau AC, kunci T, kunci inggris, palu, slang, botol, kompresor AC, dispenser, mikrofon, satu karung sandal, satu karung sepatu, dan satu dus baju serta celana.

Menurutnya, semua tersangka akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP mengenai pencurian dengan pemberatan. “Masalah dalam penanganan team gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tengh dan Unit Reserse Kriminal Polresta Palu,” katanya.

penjarahan di kota palu saat ini

Awal mulanya polisi sudah mengambil keputusan serta meredam empat orang tersangka kasus dugaan pembobolan mesin ATM saat gempa bumi. “Terduga telah ditahan di Polda Sulawesi Tengah sekarang ini,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Senin (1/10).

  • Beberapa minimarket jadi sasaran tindakan penjarahan penduduk di Palu. Sebagian dari tindakan penjarahan itu digagalkan oleh aparat kepolisian seperti di Transmart serta satu toko handphone di Jalan Basuki Karunia.
  • “Barusan pagi saya bisa laporan ada yang coba menjarah toko handphone lalu bisa diprediksi dari Poker Online. Ada Transmart disana coba dimasuki beberapa orang tidak bertanggungjawab, tapi dapat dikendalikan polisi,” katanya.

Polisi akan bertindak tegas pada pelaku penjarahan, terutama yang mengarah beberapa toko yang jual barang non ke butuhan inti seperti toko handphone, elektronik, sampai ban kendaraan bermotor. Sungguh memprihatinkan dengan penjarahan di kota palu saat ini, dimana mereka yang berada di luar pulau mencoba untuk mengumpulkan bantuan bagi korban Tsunami di palu. Justu mereka membuat kekacauan dengan menjarah Toko yang tidak masuk dalam kategori kebutuhan utama. #Red Zone